Baru Dua Jam Diterima Warga, Peserta PENAS KTNA Dipindahkan; Bolihuangga Kecewa dan Pertanyakan Alasannya

oleh -1365 Dilihat
oleh

maleonews.com, GORONTALO – Kekecewaan menyelimuti sejumlah warga Kelurahan Bolihuangga, Kecamatan Limboto, Kabupaten Gorontalo, setelah rumah yang telah mereka siapkan sebagai tempat pemondokan peserta Pekan Nasional Kontak Tani Nelayan Andalan (PENAS KTNA) XVII 2026 mendadak tidak lagi digunakan.


Padahal, jauh hari sebelum kegiatan berlangsung, warga telah melakukan berbagai persiapan untuk menyambut tamu dari berbagai daerah.

Mulai dari membersihkan dan memperbaiki fasilitas rumah, menyiapkan kamar, hingga memastikan para peserta dapat tinggal dengan nyaman selama pelaksanaan PENAS KTNA.


Namun harapan masyarakat untuk berpartisipasi dalam menyukseskan agenda nasional tersebut berubah menjadi kekecewaan. Pada Selasa malam, sejumlah peserta yang sebelumnya telah tiba dan menempati rumah warga diketahui dipindahkan ke lokasi pemondokan lain oleh KTNA.


Pemindahan tersebut menimbulkan tanda tanya di kalangan masyarakat. Pasalnya, warga mengaku tidak pernah menerima pemberitahuan sebelumnya bahwa rumah yang telah diverifikasi dan disiapkan tidak lagi digunakan sebagai lokasi homestay peserta.


Salah seorang warga yang meminta identitasnya dirahasiakan mengaku kecewa karena peserta yang telah diantar langsung oleh Liaison Officer (LO) ke rumahnya hanya tinggal selama beberapa jam sebelum dipindahkan.


“Kami sudah menyiapkan rumah sejak lama. Kamar sudah dibersihkan, fasilitas diperbaiki, bahkan ada yang mengeluarkan biaya tambahan. Peserta sudah datang dan diantar langsung oleh LO ke rumah kami. Bahkan pemerintah kelurahan sudah melakukan penjamuan kepada para tamu. Tapi baru sekitar dua jam berada di rumah, mereka tiba-tiba dipindahkan oleh KTNA tanpa ada penjelasan yang jelas kepada kami,” ungkapnya.


Sementara itu, Lurah Bolihuangga, Mohamad Buyung Lihu, saat dikonfirmasi membenarkan adanya peserta PENAS KTNA yang keluar dari rumah-rumah warga yang sebelumnya telah disiapkan sebagai lokasi pemondokan.


Menurut Buyung, sedikitnya terdapat lima rumah warga yang sebelumnya telah ditempati peserta sebelum akhirnya mereka berpindah ke lokasi lain.


“Memang benar ada peserta yang sudah masuk dan menginap di rumah warga. Ada sekitar lima rumah yang sudah ditempati. Namun kemudian mereka keluar dan pindah. Informasi yang kami terima, mereka sudah memesan penginapan lain. Katanya hal itu telah dikoordinasikan oleh Ketua KTNA Maluku Utara dengan KTNA Kabupaten Gorontalo,” kata Buyung.


Ia mengaku pemerintah kelurahan tidak dapat berbuat banyak karena keputusan tersebut merupakan pilihan dari rombongan peserta. Meski demikian, ia menyebut warga sangat kecewa karena telah mempersiapkan segala kebutuhan untuk menyambut tamu PENAS.


“Warga kami sudah sangat siap menerima tamu. Mereka sudah menyiapkan rumah dan berbagai kebutuhan lainnya. Tentu mereka kecewa karena peserta yang sudah datang justru berpindah ke tempat lain,” tambahnya.


Hingga berita ini diterbitkan, panitia PENAS KTNA maupun pihak yang disebut dalam keterangan warga dan pemerintah kelurahan belum memberikan penjelasan resmi terkait alasan pemindahan peserta dari rumah-rumah warga di Kelurahan Bolihuangga.


Masyarakat berharap ada penjelasan terbuka dan transparan dari pihak terkait agar persoalan tersebut tidak menimbulkan polemik berkepanjangan. Terlebih, warga telah menunjukkan dukungan penuh dengan menyiapkan rumah mereka demi menyukseskan pelaksanaan salah satu agenda pertanian dan perikanan terbesar di Indonesia tersebut.

No More Posts Available.

No more pages to load.