Bukan Sekadar Digitalisasi, Pemkab Gorontalo Dorong Inovasi yang Berdampak Nyata

oleh -417 Dilihat
oleh

maleonews.com, KABGOR – Pemerintah Kabupaten Gorontalo terus mendorong percepatan digitalisasi daerah. Tak sekadar mengejar lahirnya berbagai inovasi, pemerintah daerah menekankan pentingnya memastikan setiap program digital mampu diterapkan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Komitmen tersebut ditunjukkan melalui keikutsertaan Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kabupaten Gorontalo, Hariyanto Manan, dalam SARONDE (Silaturahmi Bulanan Organisasi TP2DD) Edisi September 2026 yang digelar secara virtual.

Kegiatan yang diselenggarakan Bank Indonesia Perwakilan Gorontalo tersebut mengangkat tema “Penulisan dan Pengembangan Inovasi Program P2DD SHERLYGO serta Koordinasi Pelaksanaan Program Unggulan.”

Forum ini menjadi ruang koordinasi bagi Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) untuk memperkuat inovasi sekaligus membahas implementasi berbagai program unggulan dalam mendorong digitalisasi transaksi pemerintah daerah.

SARONDE September 2026 diikuti Bank Indonesia Perwakilan Gorontalo, BSG Pusat beserta jaringan cabangnya di wilayah Gorontalo, TP2DD kabupaten/kota se-Gorontalo, serta para Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Pendapatan Daerah se-Provinsi Gorontalo.

Dalam forum tersebut, Dias Satri, Ph.D., Ketua Pusat Inovasi dan Transfer Teknologi, menyampaikan materi bertajuk “Mantra Program Unggulan TP2DD Bersampak.”

Pembahasan menekankan pentingnya membangun program unggulan yang tidak berhenti pada aspek inovasi semata, tetapi juga memiliki dampak dan manfaat yang dapat dirasakan secara langsung.

Bank Indonesia Perwakilan Gorontalo turut memaparkan Sinergi Hebat Program Unggulan of the Year Gorontalo (SHERLYGO) sebagai bagian dari upaya memperkuat inovasi TP2DD.

Selain itu, forum juga membahas koordinasi pelaksanaan BENTOR (Blusukan Implementasi Program Unggulan). Program ini diarahkan untuk memastikan berbagai inovasi yang telah dirancang dapat diterapkan secara efektif di masing-masing daerah.

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda Kabupaten Gorontalo, Hariyanto Manan, menilai SARONDE menjadi momentum penting untuk memperkuat koordinasi dan kolaborasi antarpemangku kepentingan dalam mendorong digitalisasi daerah.

“Digitalisasi daerah tidak cukup hanya dengan menghadirkan inovasi, tetapi yang lebih penting adalah bagaimana inovasi tersebut dapat diimplementasikan secara konsisten, memberikan kemudahan dalam pelayanan, serta menghadirkan manfaat yang nyata bagi masyarakat,” ujar Hariyanto.

Menurutnya, sinergi antara pemerintah daerah, Bank Indonesia, perbankan, dan TP2DD perlu terus diperkuat agar berbagai program digitalisasi tidak berhenti pada tahap perencanaan.

Ia menambahkan, pengembangan program seperti SHERLYGO dan BENTOR perlu disesuaikan dengan kebutuhan serta karakteristik masing-masing daerah.

Dengan demikian, inovasi yang dibangun tidak hanya menjadi konsep, tetapi dapat memberikan dampak terhadap tata kelola pemerintahan sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan publik.

“Kami berharap koordinasi melalui SARONDE dapat menjadi ruang untuk saling berbagi pengalaman, memperkuat inovasi, dan memastikan setiap program unggulan TP2DD memiliki arah implementasi yang jelas serta berkelanjutan,” tambahnya.

Keikutsertaan Pemkab Gorontalo dalam SARONDE September 2026 menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, Bank Indonesia, perbankan, dan TP2DD dalam mendorong percepatan dan perluasan digitalisasi daerah.

Melalui kolaborasi yang berkelanjutan, agenda digitalisasi diharapkan tidak berhenti pada perumusan program. Lebih dari itu, inovasi diarahkan untuk masuk ke tahap implementasi, memperkuat tata kelola pemerintahan, mempermudah pelayanan, dan menghadirkan manfaat yang benar-benar dirasakan masyarakat.

No More Posts Available.

No more pages to load.