maleonews.com, Kab. Gorontalo – BPJS Ketenagakerjaan terus memperluas cakupan perlindungan sosial dengan menyasar para penggiat masjid di Kabupaten Gorontalo melalui program jaminan ketenagakerjaan berbiaya terjangkau.
Sosialisasi program ini digelar di Masjid Agung Baiturrahman Limboto, Jumat (10/04/2026), dengan melibatkan pengurus masjid, marbot, imam, muadzin, hingga jamaah aktif.
Program yang ditawarkan mencakup Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Jaminan Kematian (JKM), serta Jaminan Hari Tua (JHT) sebagai bentuk perlindungan dasar bagi pekerja sektor informal, termasuk para penggiat masjid.
Kepala Bidang Kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan Gorontalo, Fajar Lanang Harto Utomo, menegaskan bahwa program ini dirancang inklusif agar dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat.
“Penggiat masjid juga memiliki risiko kerja. Melalui program ini, kami ingin memastikan mereka mendapatkan perlindungan dan rasa aman,” ujarnya.
Ia juga mengungkapkan adanya penyesuaian iuran melalui kebijakan terbaru, sehingga program ini kini semakin terjangkau. Iuran yang sebelumnya sebesar Rp16.800 per bulan, kini turun menjadi Rp8.400 per bulan.
Bupati Gorontalo, Sofyan Puhi, turut meninjau langsung kegiatan tersebut dan menyatakan dukungannya terhadap langkah BPJS Ketenagakerjaan dalam memperluas perlindungan sosial.
“Ini merupakan bentuk nyata kehadiran negara di tengah masyarakat. Penggiat masjid memiliki peran penting dan sudah seharusnya mendapatkan perlindungan,” kata Sofyan.
Berdasarkan data BPJS Ketenagakerjaan, potensi penggiat masjid di Kabupaten Gorontalo mencapai 5.148 orang. Angka ini menjadi target perluasan kepesertaan program ke depan.
Pemerintah daerah menilai kolaborasi dengan BPJS Ketenagakerjaan merupakan langkah strategis dalam memperkuat jaring pengaman sosial, khususnya bagi pekerja rentan di sektor informal.
Bupati Sofyan Puhi Dorong Perlindungan Penggiat Masjid, Sebut Program BPJS Bukti Kehadiran Negara









