Irwan Dai Buka Suara! Bantah Tudingan ‘Main Mata’ dengan BSG, Sebut RDP Batal Karena Jadwal DPRD Padat

oleh -36 Dilihat
oleh

maleonews.com, KABGOR – Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Gorontalo, Irwan Dai, akhirnya angkat bicara menanggapi tudingan Anggota Komisi IV dari Fraksi Gerindra, Ramsi Sondak, yang menduga dirinya “main mata” dengan pihak Bank SulutGo (BSG) menyusul batalnya rapat dengar pendapat (RDP) lanjutan terkait penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan kredit Aparatur Sipil Negara (ASN).


Irwan membantah keras tudingan tersebut. Menurutnya, batalnya agenda RDP sama sekali bukan karena adanya kesengajaan maupun kepentingan tertentu, melainkan karena benturan jadwal resmi DPRD yang harus diprioritaskan.


Ia menjelaskan, dalam RDP sebelumnya, gabungan komisi bersama BSG telah menyepakati untuk menggelar rapat konsultasi dengan Pemerintah Kota Gorontalo terkait kebijakan perpindahan Rekening Kas Umum Daerah (RKUD) Pemerintah Kabupaten Gorontalo dari BSG ke bank lain.


Selain itu, RDP lanjutan yang sebelumnya diskors sebenarnya telah dijadwalkan kembali pada Selasa (4/8) pukul 13.00 WITA. Namun, agenda tersebut kembali tertunda karena seluruh anggota Badan Anggaran DPRD harus mengikuti rapat pembahasan bersama organisasi perangkat daerah (OPD).


“RDP lanjutan memang sudah kami jadwalkan hari ini pukul 13.00 WITA. Namun bukan karena ada unsur kesengajaan sehingga dibatalkan. Sejak pagi hingga sore kami mengikuti rapat Badan Anggaran bersama OPD. Jadi seluruh agenda hari ini bertabrakan,” kata Irwan saat dikonfirmasi, Selasa (4/8).


Ia meminta semua pihak tidak membangun asumsi yang dapat menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat. Menurutnya, seluruh proses pembahasan persoalan BSG tetap menjadi perhatian DPRD dan akan dilanjutkan dalam waktu dekat.


Irwan memastikan RDP lanjutan bersama pihak BSG akan kembali dijadwalkan pada Kamis atau Jumat pekan ini agar pembahasan mengenai KUR, kredit ASN, serta berbagai persoalan yang menjadi perhatian masyarakat dapat dituntaskan.


Sebelumnya, Ramsi Sondak mengaku kecewa atas batalnya RDP lanjutan tersebut. Bahkan, ia melontarkan dugaan adanya pihak yang sengaja menghambat pembahasan hingga menyebut kemungkinan adanya “main mata” dengan BSG. Pernyataan itu pun langsung memicu perhatian publik dan menjadi sorotan di lingkungan DPRD Kabupaten Gorontalo.


Meski demikian, Irwan menegaskan tudingan tersebut tidak berdasar. Ia menilai seluruh proses penjadwalan rapat dilakukan sesuai mekanisme DPRD dan dapat dipertanggungjawabkan. Ia pun berharap agenda RDP lanjutan nanti dapat berjalan sesuai jadwal sehingga seluruh persoalan yang menjadi perhatian masyarakat dapat dibahas secara terbuka dan transparan.

No More Posts Available.

No more pages to load.