Kearifan Lokal Tergerus Zaman, KNPI Gorontalo “Turun Gunung” Bekali Calon Pemimpin Muda

oleh -5 Dilihat
oleh

maleonews.com, KABGOR – Di tengah derasnya arus digitalisasi dan perubahan sosial, Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Provinsi Gorontalo mulai membidik generasi muda sejak dari bangku sekolah.


Bukan tanpa alasan. KNPI menilai derasnya perkembangan zaman mulai membawa tantangan serius terhadap karakter generasi muda, termasuk semakin tergerusnya kearifan lokal yang selama ini menjadi identitas masyarakat Gorontalo.


Kekhawatiran itu kemudian diwujudkan melalui kegiatan Youth Leadership Gorontalo yang digelar DPD I KNPI Provinsi Gorontalo di Aula Indoor Universitas Gorontalo, Selasa (1/9/2026).


Mengusung tema “Penguatan Kapasitas Pemuda sebagai Agen Perubahan dalam Menghadapi Dinamika Sosial dan Transformasi Digital”, kegiatan tersebut melibatkan siswa dan siswi dari berbagai SMA dan SMK se-Provinsi Gorontalo.


Ketua DPD I KNPI Provinsi Gorontalo, Riyanto Ismail, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari respons KNPI terhadap berbagai fenomena sosial yang berkembang di daerah.


Menurutnya, pelajar, khususnya mereka yang telah memiliki pengalaman organisasi seperti ketua OSIS, merupakan kelompok strategis yang harus dipersiapkan sejak dini untuk menjadi calon pemimpin Gorontalo di masa depan.


“Melihat fenomena yang terjadi di Provinsi Gorontalo, proses degradasi kearifan lokal yang semakin dalam, maka kami mengambil inisiatif menjaga kearifan lokal itu lewat anak-anak sekolah,” kata Riyanto.


Riyanto mengakui kegiatan tersebut mungkin terlihat sederhana. Namun, di balik kegiatan itu tersimpan gagasan besar untuk membangun fondasi kepemimpinan generasi muda Gorontalo dalam jangka panjang.


“Agenda ini memang terlihat sangat kecil, tetapi kami berharap agenda ini menjadi pemikiran besar untuk jangka panjang di Provinsi Gorontalo,” ujarnya.


Ia menegaskan, tantangan yang dihadapi generasi muda saat ini semakin kompleks. Karena itu, pembentukan karakter, kemampuan kepemimpinan, sekaligus kesadaran terhadap lingkungan sosial dan budaya dinilai tidak bisa menunggu hingga mereka memasuki dunia kerja.


“Ketika generasi kami mulai teracak-acak dan tercabik-cabik, kita harus menjaga generasi sebelumnya. Teman-teman yang ada di SMA menjadi salah satu dasar kepemimpinan di Provinsi Gorontalo,” katanya.


Tak hanya soal kepemimpinan dan karakter, KNPI juga membawa misi lain yang tak kalah besar, yakni mendorong peningkatan Indeks Pembangunan Pemuda (IPP) di Provinsi Gorontalo.


Riyanto mengatakan, pembangunan pemuda harus menjadi perhatian bersama. Menurutnya, penguatan kapasitas pelajar merupakan salah satu pintu masuk untuk mendorong kualitas pembangunan pemuda agar semakin baik.


“Agenda kami adalah bagaimana IPP, Indeks Pembangunan Pemuda, itu juga dipacu lewat anak-anak SMA,” ungkapnya.


Gagasan tersebut, kata Riyanto, turut diperkuat melalui studi banding KNPI ke Yogyakarta, khususnya berkaitan dengan penyusunan rencana aksi daerah.


Dari proses tersebut, KNPI melihat IPP bukan sekadar angka capaian pembangunan, tetapi dapat menjadi salah satu platform untuk menyusun langkah yang lebih terarah dalam membangun kualitas pemuda Gorontalo.


“IPP menjadi salah satu platform utama untuk bagaimana pembangunan pemuda di Provinsi Gorontalo bisa lebih baik ke depan,” jelasnya.


Upaya memperkuat pembangunan generasi muda itu kemudian diperluas melalui kolaborasi lintas sektor. Dalam kegiatan tersebut, KNPI Provinsi Gorontalo menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) bersama Dinas Pendidikan dan Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Gorontalo.


Kerja sama ini diharapkan menjadi langkah awal untuk memperkuat pembinaan generasi muda secara lebih luas, mulai dari pengembangan kepemimpinan, penguatan karakter, hingga menghadapi berbagai tantangan sosial dan transformasi digital.


Dengan membidik pelajar sebagai calon pemimpin masa depan, KNPI Gorontalo berharap Youth Leadership tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial.

Lebih dari itu, forum tersebut diharapkan menjadi titik awal lahirnya generasi muda yang mampu membawa nilai-nilai kearifan lokal sekaligus beradaptasi dengan perubahan zaman.

No More Posts Available.

No more pages to load.