Keluarga Korban Pengeroyokan di Limboto Siap Laporkan Pelaku dan Dugaan Keterlibatan Oknum Polisi

oleh -344 Dilihat
oleh

maleonews.com, Kabupaten Gorontalo – Keluarga dua korban dugaan pengeroyokan yang terjadi di Kecamatan Limboto, Kabupaten Gorontalo, berencana menempuh jalur hukum dengan melaporkan para pelaku serta seorang oknum anggota polisi yang diduga turut terlibat dalam peristiwa tersebut.


Rencana pelaporan itu muncul setelah beredarnya rekaman video yang memperlihatkan seorang anggota Polri berada di lokasi saat kedua korban diduga mengalami penganiayaan. Keluarga korban mengaku kecewa dan menilai oknum tersebut tidak menjalankan tugasnya sebagai pelindung dan pengayom masyarakat.


Dalam video yang beredar di media sosial, terlihat seorang pria mengenakan baju putih dan celana merah yang disebut merupakan anggota Polri berpangkat Komisaris Polisi (Kompol). Oknum tersebut diketahui menjabat sebagai Kasubdit Waster Direktorat Pengamanan Objek Vital (Pamobvit) Polda Gorontalo.


Keluarga korban menduga oknum polisi tersebut justru menarik salah satu korban yang sedang bersembunyi di dalam sebuah minimarket untuk menghindari kejaran sekelompok pemuda. Dalam rekaman itu, korban terlihat ditarik keluar melalui bagian kerah bajunya.


Tak hanya itu, keluarga juga menduga anak dari oknum polisi tersebut turut terlibat dalam aksi pemukulan terhadap kedua korban yang terjadi di hadapan ayahnya sendiri. Dugaan itu kini menjadi salah satu poin yang akan dilaporkan kepada pihak berwenang.


Kedua korban diketahui bernama Moh Ishak Yunus alias Endo dan Agung R. Nono alias Agung. Menurut keterangan keluarga, keduanya mengalami pemukulan secara berulang yang diduga dilakukan oleh sejumlah pelaku secara bersama-sama.


Orang tua korban, Sinon Yantuna, menjelaskan bahwa peristiwa bermula ketika kedua korban bersama sejumlah rekannya sedang berkumpul di kawasan Kantor Bapelitbangda Kabupaten Gorontalo. Tidak jauh dari lokasi tersebut, terdapat kelompok pemuda lain yang juga sedang berkumpul.


Situasi kemudian memanas hingga terjadi perkelahian antar kelompok. Salah satu pihak yang terlibat berlari ke arah lokasi tempat korban berada dan disusul oleh kelompok yang melakukan pengejaran.


Merasa khawatir menjadi sasaran, Endo dan Agung bersama rekan-rekannya berusaha menyelamatkan diri dengan berlari ke arah depan Kampus Universitas Gorontalo. Namun, salah seorang rekan korban terlebih dahulu menjadi sasaran pemukulan.


Sementara itu, Endo dan Agung diduga berhasil diamankan oleh para pelaku dan dibawa ke depan sebuah minimarket di kawasan SMA Negeri 1 Limboto. Di lokasi tersebut, keduanya diduga mengalami pengeroyokan yang menyebabkan keluarga korban menuntut proses hukum terhadap seluruh pihak yang terlibat.


Peristiwa yang disebut terjadi sekitar pukul 04.00 Wita pada Kamis, 28 April 2026 itu juga dikabarkan terekam kamera CCTV di sekitar lokasi kejadian. Rekaman tersebut diharapkan dapat membantu proses penyelidikan.


Keluarga korban berharap aparat penegak hukum dapat mengusut tuntas kasus ini secara profesional, transparan, dan tanpa pandang bulu. Mereka juga meminta dugaan keterlibatan oknum anggota polisi yang berada di lokasi saat kejadian turut didalami secara menyeluruh.


Sementara Oknum Kompol yang ada di dalam vidio tersebut saat di konfirmasi melalui pesan whatsup engganberkomentar banyak, hanya saja dirinya mengatakan masalah tersebut telah selesai.

No More Posts Available.

No more pages to load.