Kepala BPN Kota Gorontalo Disorot! Permohonan “Dipeti-eskan”, Ratusan Massa Siap Kepung Kantor

oleh -29 Dilihat
oleh

maleonews.com, Kota Gorontalo – Gelombang protes besar siap mengguncang kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kota Gorontalo. PT Alif Satya Perkasa melalui perwakilannya, Roy Dude, memastikan ratusan massa akan turun melakukan aksi unjuk rasa besar-besaran pada Senin, 6 April 2026.
Aksi ini disebut sebagai puncak kekecewaan terhadap kinerja Kepala BPN Kota Gorontalo yang dinilai tidak transparan dan terkesan “bermain diam” dalam menangani permohonan masyarakat.
Roy Dude menegaskan, pihaknya akan menduduki kantor BPN dan menuntut penjelasan hukum yang jelas terkait mandeknya proses pemecahan sertifikat (split sertifikat) yang telah mereka ajukan sejak lama.
“Tidak ada kejelasan. Tidak ada alasan hukum yang disampaikan. Ini yang kami anggap janggal dan patut dipertanyakan,” tegas Roy.
Menurutnya, PT Alif Satya Perkasa telah mengajukan dua Nomor Induk Bidang (NIB) dengan luas masing-masing sekitar 5.000 hektare dan 13.000 hektare. Namun, dalam prosesnya, pihak BPN justru meminta agar sekitar 7.000 hektare dari lahan 13.000 hektare tersebut “didiamkan” karena diklaim sedang bermasalah.
Permintaan itu, kata Roy, sempat diikuti oleh pihak perusahaan. Namun kejanggalan kembali muncul ketika sisa lahan yang diajukan—termasuk 15.000 hektare dan 5.000 hektare—justru tidak diproses sama sekali oleh BPN, tanpa penjelasan yang jelas.
Padahal, lanjut Roy, seluruh persyaratan administratif telah dipenuhi secara lengkap, bahkan pembayaran telah dilakukan sesuai Surat Perintah Setor (SPS) yang diterbitkan oleh pihak BPN sendiri.
“Kalau semua syarat sudah lengkap dan pembayaran sudah dilakukan, lalu apa alasan mereka menahan proses ini? Ini yang akan kami bongkar dalam aksi nanti,” ujarnya.
Situasi ini memicu dugaan kuat adanya ketidakberesan dalam tubuh BPN Kota Gorontalo, khususnya pada level pimpinan. Sikap Kepala BPN yang dinilai tertutup dan tidak komunikatif semakin memperkeruh suasana.
Aksi yang akan digelar Senin besok dipastikan berlangsung besar, dengan massa yang siap “mengepung” kantor BPN hingga tuntutan mereka mendapat jawaban.
Publik kini menunggu, apakah Kepala BPN Kota Gorontalo berani buka suara atau justru terus memilih bungkam di tengah tekanan yang kian memanas.

No More Posts Available.

No more pages to load.