Ketua KTNA Gorontalo Soroti Pentingnya Penyampaian Sejarah Perjuangan Penas XVII Secara Utuh

oleh -37 Dilihat

maleonews.com, Gorontalo – Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Provinsi Gorontalo, Ardjun Mongulaingo, memberikan tanggapan terkait pernyataan Gubernur Gorontalo, Gusnar Ismail, yang disampaikan dalam konferensi pers pada Sabtu (27/6/2026) mengenai penyelenggaraan Pekan Nasional (Penas) Petani Nelayan XVII di Gorontalo.

Saat ditemui sejumlah wartawan pada Ahad (28/6/2026), Ardjun menilai pernyataan gubernur tidak sepenuhnya keliru. Namun, menurutnya, terdapat sejumlah aspek sejarah yang belum disampaikan secara lengkap kepada publik, khususnya mengenai proses awal perjuangan hingga Gorontalo dipercaya menjadi tuan rumah ajang nasional tersebut.

Ardjun menjelaskan bahwa perjalanan Penas XVII menuju Gorontalo tidak terjadi secara instan, melainkan melalui proses panjang yang melibatkan berbagai pihak, baik dari unsur pemerintah, organisasi petani dan nelayan, maupun pemangku kepentingan lainnya.

Menurutnya, pemahaman yang utuh mengenai sejarah penyelenggaraan Penas penting untuk disampaikan agar masyarakat mengetahui berbagai tahapan dan upaya yang telah dilakukan sejak awal hingga kegiatan tersebut dapat terlaksana di Gorontalo.

Dalam kesempatan itu, Ardjun juga berpendapat bahwa informasi yang disampaikan terkait proses awal penetapan Gorontalo sebagai tuan rumah Penas masih perlu dilengkapi dengan sejumlah fakta historis. Ia turut mengungkapkan adanya kendala komunikasi yang menurutnya membuat dirinya belum dapat menyampaikan langsung sejumlah informasi tersebut kepada gubernur.

Ardjun Mongulaingo, Ketua KTNA Provinsi Gorontalo, mengatakan:

“Perlu ada penyampaian sejarah yang utuh mengenai perjuangan menghadirkan Penas ke Gorontalo agar masyarakat mengetahui proses yang telah dilalui sejak awal. Banyak pihak yang terlibat dan berkontribusi dalam perjuangan tersebut.”

Meski demikian, Ardjun menegaskan bahwa dirinya tidak bermaksud memperdebatkan keberhasilan penyelenggaraan Penas XVII yang telah berlangsung di Gorontalo. Ia justru mengapresiasi seluruh pihak yang telah berperan dalam menyukseskan kegiatan nasional tersebut.

Menurutnya, yang terpenting saat ini adalah memberikan penghargaan terhadap proses, kerja sama, dan kontribusi semua pihak yang terlibat sejak tahap perencanaan hingga pelaksanaan kegiatan.

Ardjun berharap narasi mengenai Penas XVII dapat disampaikan secara komprehensif sehingga tidak hanya menyoroti hasil akhir penyelenggaraan, tetapi juga perjalanan panjang yang menjadi bagian dari sejarah pembangunan sektor pertanian dan perikanan di Gorontalo.

No More Posts Available.

No more pages to load.