Mahasiswa “Bedah” Kinerja Setahun! Pemkab Gorontalo Buka-bukaan di Forum Panas PMII

oleh -8 Dilihat
oleh

maleonews.com, Kab. Gorontalo — Suasana diskusi memanas dalam dialog publik memperingati Hari Lahir (Harlah) ke-66 PMII (Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia) yang digelar di Hantaleya Cafe, Limboto, Sabtu malam (18/04/2026). Forum ini menjadi ajang “adu gagasan” sekaligus evaluasi terbuka terhadap satu tahun kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati Gorontalo, Sofyan–Tonny.
Mengusung tema “Evaluasi Satu Tahun Kepemimpinan Sofyan–Tonny: Refleksi Kritis Arah Kebijakan antara Janji dan Realisasi”, dialog ini menghadirkan berbagai kalangan, mulai dari legislatif, akademisi, hingga organisasi mahasiswa.
Sekretaris Daerah Kabupaten Gorontalo, Sugondo Makmur, turut hadir dan memberikan tanggapan langsung terhadap berbagai pandangan kritis yang disampaikan peserta. Ia mengapresiasi forum tersebut sebagai ruang penting dalam menjaga keseimbangan antara kritik dan pembangunan.
“PMII adalah bagian dari kekuatan masyarakat yang ikut mengawal jalannya pemerintahan. Forum seperti ini penting untuk menjaga keseimbangan antara kritik dan pembangunan,” ujarnya.
Dalam pemaparannya, Sugondo mengungkap sejumlah capaian pemerintah daerah selama setahun terakhir. Salah satu yang disorot adalah penataan birokrasi melalui pembenahan Aparatur Sipil Negara (ASN) serta upaya mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.
Ia juga menyinggung geliat sektor UMKM yang mulai menunjukkan perkembangan, termasuk munculnya tren usaha kecil seperti street coffee di berbagai titik yang dinilai mampu membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat.
“Ini bagian dari upaya pemerintah daerah dalam menggerakkan ekonomi masyarakat, khususnya sektor UMKM,” jelasnya.
Dialog tersebut juga dihadiri anggota DPRD Jayusdi Rivai dan Zulkifli Nangili, akademisi Dr. Dikson Yasin, serta perwakilan organisasi Cipayung dan BEM perguruan tinggi yang aktif menyampaikan kritik dan masukan terhadap arah kebijakan pemerintah.
Menutup penyampaiannya, Sugondo menegaskan bahwa pembangunan daerah tidak bisa berjalan sendiri tanpa keterlibatan semua pihak, terutama mahasiswa sebagai agen perubahan.
“Kami berharap ada dukungan dan partisipasi semua pihak agar pembangunan daerah bisa berjalan lebih baik ke depan,” pungkasnya.

No More Posts Available.

No more pages to load.