MGMP Prakarya Gorontalo-Boalemo Didorong Hasilkan Karya Inovatif Siswa

oleh -36 Dilihat

maleonews.com, GORONTALO — Sekretaris Daerah Kabupaten Gorontalo Sugondo Makmur mendorong kolaborasi Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Prakarya Kabupaten Gorontalo dan Kabupaten Boalemo tidak hanya berfokus pada peningkatan kompetensi guru, tetapi juga menghasilkan karya inovatif peserta didik.

Hal itu disampaikan Sugondo saat membuka Workshop Digitalisasi Pembelajaran Mendalam bertajuk Prakarya Connect & Collaborative dengan tema “MGMP Prakarya Kabupaten Gorontalo dan MGMP Kabupaten Boalemo Satu Frekuensi” di Aula Dinas Pendidikan Kabupaten Gorontalo, Rabu (2/9/2026).

Menurut Sugondo, kerja sama antarguru dari dua daerah dapat menjadi ruang untuk berbagi pengalaman, metode pembelajaran, serta meningkatkan kemampuan guru dalam menyesuaikan proses belajar dengan kebutuhan peserta didik.

“MGMP ini menjadi bentuk kolaborasi untuk memperkuat kualitas dan kemampuan guru dalam mengajarkan materi kepada siswa, sehingga siswa juga dapat menghasilkan karya,” kata Sugondo.

Selain kompetensi pedagogis, Sugondo menilai kemampuan beradaptasi dengan perkembangan teknologi menjadi bagian penting dalam proses pembelajaran.

Menurut dia, guru perlu memahami perkembangan teknologi agar pemanfaatannya dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan karakteristik peserta didik.

“Guru-guru didorong melalui MGMP untuk lebih beradaptasi terhadap perkembangan teknologi, sehingga tidak tertinggal dengan kemampuan anak-anak yang mereka didik,” ujarnya.

Sugondo mengatakan penggunaan teknologi dalam pembelajaran bukan sekadar mengikuti perkembangan zaman, tetapi juga perlu diarahkan untuk mendukung proses belajar yang relevan dan mendorong kreativitas siswa.

Kolaborasi Lintas Daerah

Sugondo juga menilai peningkatan kualitas pendidikan dapat dilakukan melalui kerja sama lintas daerah. Menurutnya, pertukaran pengalaman dan praktik pembelajaran antarguru dapat menjadi salah satu cara untuk memperkuat kualitas sumber daya manusia.

“Untuk menumbuhkan kualitas siswa tidak harus digerakkan oleh masing-masing daerah. Ini bisa dilakukan bersama-sama agar tujuan peningkatan kualitas sumber daya manusia dapat tercapai,” katanya.

Dalam pembelajaran Prakarya, Sugondo meminta hasil proses belajar tidak berhenti pada perangkat pembelajaran atau bahan ajar. Ia mendorong agar pembelajaran juga menghasilkan karya yang dapat ditampilkan dan mendapat apresiasi.

“Prakarya tidak hanya selesai dengan dokumen dalam bentuk perangkat pembelajaran atau sumber bahan ajarnya, tetapi bagaimana karya-karya itu bisa dipamerkan,” ujarnya.

Workshop tersebut menjadi bagian dari forum kolaborasi MGMP Prakarya dari Kabupaten Gorontalo dan Kabupaten Boalemo untuk memperkuat kompetensi guru sekaligus mendorong pemanfaatan teknologi dalam proses pembelajaran.

Melalui kolaborasi tersebut, pengembangan pembelajaran diharapkan dapat memberi ruang lebih besar bagi peserta didik untuk mengembangkan kreativitas, keterampilan, dan menghasilkan karya sesuai potensi mereka.

No More Posts Available.

No more pages to load.