Pemkab Gorontalo dan BSG Limboto Perkuat Kemitraan Lewat Navigasi Iman

oleh -151 Dilihat

maleonews.com, GORONTALO — Pemerintah Kabupaten Gorontalo bersama Bank SulutGo (BSG) Cabang Limboto menggelar kegiatan keagamaan NAVIGASI IMAN di Masjid Baiturrahman Limboto, Jumat (4/9/2026).

Kegiatan tersebut mengangkat tema “Mewujudkan Birokrasi Ber-AKHLAK dan Berintegritas melalui Kemitraan Strategis antara Pemerintah Kabupaten Gorontalo bersama Bank SulutGo”.

NAVIGASI IMAN diikuti aparatur Pemerintah Kabupaten Gorontalo, karyawan dan karyawati Bank SulutGo, serta sejumlah tamu undangan. Tausiyah dalam kegiatan tersebut disampaikan Ustadz Ruslan Demanto, M.Th.I.

Kegiatan itu menjadi forum keagamaan sekaligus ruang silaturahmi antara pemerintah daerah dan pihak perbankan yang selama ini memiliki hubungan kerja sama dalam sejumlah kegiatan pemerintahan dan pembangunan daerah.

Deputy Branch Manager Bank SulutGo Cabang Limboto, Rocky Sasia, yang mewakili Branch Manager Ilvana Stevani, mengatakan pihaknya mengapresiasi kesempatan untuk terlibat dalam kegiatan tersebut.

Menurut Rocky, hubungan antara pemerintah daerah dan perbankan perlu dibangun melalui komunikasi dan kerja sama sesuai dengan tugas serta peran masing-masing.

“Semoga sinergi ini semakin memperkuat ukhuwah, menumbuhkan nilai-nilai religius, dan membawa keberkahan bagi kita semua. Mari kita jadikan kegiatan NAVIGASI IMAN sebagai momentum untuk memperkokoh keimanan, mempererat silaturahmi, serta menumbuhkan semangat kebersamaan,” kata Rocky.

Ia mengatakan Bank SulutGo akan terus menjalin komunikasi dan kerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Gorontalo sesuai kapasitasnya sebagai lembaga perbankan.

Rocky juga berharap hubungan kelembagaan tersebut dapat berjalan seiring dengan upaya peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Ibadah dan Integritas

Dalam tausiyahnya, Ustadz Ruslan Demanto mengingatkan jamaah mengenai hubungan antara ibadah dan perilaku dalam kehidupan sehari-hari.

Ia mengajak jamaah membangun hubungan yang harmonis, mulai dari lingkungan keluarga. Menurutnya, keharmonisan dapat dibangun melalui komunikasi, perhatian, sikap saling menghargai, dan kemauan untuk memahami satu sama lain.

Nilai tersebut, kata Ruslan, juga dapat diterapkan dalam lingkungan kerja dan kehidupan bermasyarakat.

“Kualitas ibadah seseorang sejatinya tercermin dari perilakunya sehari-hari. Semakin baik ibadahnya, hendaknya semakin baik pula akhlak dan perilakunya kepada sesama,” ujar Ruslan.

Ia mengingatkan agar pelaksanaan ibadah tidak berhenti pada aspek ritual, tetapi tercermin dalam perilaku seperti kejujuran, kerendahan hati, kepedulian, dan tanggung jawab.

Menurutnya, nilai-nilai tersebut juga relevan dalam lingkungan birokrasi karena aparatur memiliki tanggung jawab dalam menjalankan tugas dan memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Melalui kegiatan NAVIGASI IMAN, pesan keagamaan tersebut diharapkan dapat menjadi bahan refleksi bagi peserta dalam menerapkan nilai integritas dan tanggung jawab, baik dalam kehidupan pribadi maupun pelaksanaan tugas.

No More Posts Available.

No more pages to load.