Pemkab Gorontalo Dorong Transaksi QRIS di Pasar Tradisional

oleh -14 Dilihat

maleonews.com, GORONTALO — Pemerintah Kabupaten Gorontalo bersama Bank Indonesia (BI) dan sejumlah perbankan mendorong perluasan penggunaan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) di pasar tradisional. Pemanfaatan QRIS yang sebelumnya lebih banyak digunakan untuk pembayaran retribusi diarahkan untuk transaksi jual-beli antara pedagang dan pembeli.

Upaya tersebut dilakukan melalui Roadshow PASAR PASIARI (Pasar Sehat, Inovatif, dan Aman Pakai QRIS) yang menyasar tiga pasar tradisional di Kabupaten Gorontalo. Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian menyambut Pekan QRIS Nasional 2026 dengan melibatkan Bank SulutGo (BSG), Bank Rakyat Indonesia (BRI), dan Bank Muamalat.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Gorontalo Viktor Asiku mengatakan, digitalisasi pembayaran di pasar perlu diperluas agar tidak hanya digunakan dalam transaksi antara pedagang dan pemerintah daerah.

“Sebelumnya, pembayaran non-tunai di pasar umumnya baru diterapkan untuk retribusi. Melalui roadshow ini, kita mendorong agar QRIS juga digunakan dalam transaksi jual-beli harian antara pedagang dan pembeli,” ujar Viktor saat menerima kunjungan BI dan perbankan di Pasar Kayubulan, Kecamatan Limboto, Selasa (11/8/2026).

Menurut Viktor, penggunaan QRIS dapat memberikan kemudahan bagi pedagang dan pembeli. Transaksi digital juga dinilai dapat mengurangi ketergantungan pada uang tunai, termasuk persoalan ketersediaan uang pecahan untuk pembayaran dan kembalian.

Selain itu, transaksi melalui QRIS dapat membantu pedagang memiliki catatan transaksi yang lebih tertata sehingga memudahkan pengelolaan keuangan usaha.

“Dengan QRIS, pembayaran menjadi lebih tepat sesuai nilai transaksi. Pedagang juga dapat memiliki pencatatan keuangan yang lebih rapi dan transparan,” katanya.

Roadshow PASAR PASIARI di Kabupaten Gorontalo dilaksanakan di tiga lokasi. Kegiatan di Pasar Hulawa, Kecamatan Telaga, telah berlangsung pada Jumat sebelumnya. Selanjutnya, kegiatan digelar di Pasar Kayubulan, Kecamatan Limboto, pada Selasa (11/8/2026), dan dijadwalkan berlanjut di Pasar Kaliyoso, Kecamatan Dungaliyo, pada Sabtu mendatang.

Dalam kegiatan tersebut, BI bersama perbankan juga melakukan edukasi dan akuisisi pedagang untuk penggunaan QRIS. Sejumlah program pendukung disiapkan bagi pedagang yang melakukan pendaftaran akun QRIS baru, antara lain berupa tumbler, gula pasir, dan beras.

Viktor mengatakan, kolaborasi antara Pemkab Gorontalo, BI, BSG, BRI, dan Bank Muamalat menjadi bagian dari upaya memperluas ekosistem transaksi digital di daerah.

Menurutnya, digitalisasi pasar diharapkan tidak hanya berorientasi pada penggunaan metode pembayaran non-tunai, tetapi juga dapat mendorong transaksi perdagangan yang lebih efisien dan tertib.

“Kolaborasi ini merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari visi dan misi Bupati dan Wakil Bupati Gorontalo dalam mendorong dan mengakselerasi transformasi digitalisasi ekonomi daerah,” ujar Viktor.

No More Posts Available.

No more pages to load.