PENAS XVII Meledak di Gorontalo, Nama Kabupaten Gorontalo Mendunia, Ekonomi Rakyat Ikut Terangkat

oleh -52 Dilihat
oleh

maleonews.com, Kabupaten Gorontalo – Pekan Nasional (PENAS) Petani Nelayan XVII Tahun 2026 menjadi catatan sejarah baru bagi Kabupaten Gorontalo.

Selama sepekan, daerah ini berubah menjadi pusat perhatian nasional setelah ribuan petani dan nelayan dari seluruh Indonesia berkumpul, menghadirkan atmosfer ekonomi baru sekaligus memperkenalkan potensi Gorontalo ke tingkat nasional.


Kesuksesan pelaksanaan PENAS XVII semakin mengukuhkan posisi Kabupaten Gorontalo sebagai daerah yang mampu menjadi tuan rumah agenda besar berskala nasional. Momen bersejarah ini semakin istimewa dengan kehadiran Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto pada puncak kegiatan di GOR David-Tonny, Limboto, setelah sebelumnya pembukaan acara dilakukan oleh Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.


Kehadiran dua pemimpin nasional tersebut menjadi simbol kuat dukungan pemerintah pusat terhadap penguatan sektor pertanian, perikanan, dan ketahanan pangan Indonesia.
Bagi Kabupaten Gorontalo, PENAS XVII bukan sekadar pertemuan petani dan nelayan dari berbagai daerah, tetapi menjadi panggung besar untuk menunjukkan potensi daerah di hadapan Indonesia. Berbagai sektor ikut merasakan dampak positif, terutama perputaran ekonomi masyarakat.


Selama kegiatan berlangsung, aktivitas usaha masyarakat meningkat signifikan. Pelaku UMKM, pedagang, pengusaha kuliner, transportasi lokal, penginapan, hingga pemilik homestay merasakan langsung dampak kehadiran ribuan peserta dan tamu dari berbagai daerah.


Bupati Gorontalo Sofyan Puhi menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada Presiden, Wakil Presiden, pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta seluruh pihak yang telah mendukung suksesnya PENAS XVII.


“Atas nama Pemerintah Kabupaten Gorontalo dan seluruh masyarakat, kami menyampaikan terima kasih atas kepercayaan menjadikan Gorontalo sebagai tuan rumah kegiatan nasional ini. Kehadiran Presiden, Wakil Presiden, dan seluruh peserta menjadi kehormatan serta kebanggaan bagi daerah kami,” ujar Sofyan.


Ia menegaskan, keberhasilan PENAS XVII merupakan hasil kerja bersama seluruh elemen, mulai dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, TNI-Polri, panitia, relawan, hingga masyarakat yang ikut menjaga kelancaran kegiatan.


Menurutnya, suksesnya PENAS XVII menjadi bukti bahwa Kabupaten Gorontalo memiliki kemampuan untuk menyelenggarakan berbagai agenda nasional sekaligus membuka peluang baru bagi pertumbuhan ekonomi daerah.


“Momentum ini menjadi tonggak penting bagi Gorontalo untuk semakin dikenal. Ke depan, peluang pengembangan pertanian, investasi, pariwisata, dan sektor ekonomi masyarakat semakin terbuka luas,” tambahnya.


PENAS XVII pun meninggalkan jejak besar bagi Gorontalo. Tidak hanya sukses sebagai perhelatan nasional, tetapi juga menjadi momentum kebangkitan ekonomi rakyat dan penguatan citra daerah sebagai salah satu wilayah strategis dalam pembangunan pangan Indonesia.

No More Posts Available.

No more pages to load.