Penolakan Makin Panas! Warga Ombulo Ancam Turun ke Jalan Jika THM Dibuka Lagi

oleh -82 Dilihat
oleh

maleonews.com, Kab. Gorontalo – Gelombang penolakan terhadap keberadaan tempat hiburan malam (THM) di Desa Ombulo, Kecamatan Limboto Barat, Kabupaten Gorontalo, semakin memanas. Masyarakat menegaskan tidak hanya menginginkan penutupan sementara, tetapi menuntut agar dua THM yang beroperasi di wilayah mereka ditutup secara permanen.


Warga menilai keberadaan THM tersebut telah lama menimbulkan keresahan di tengah masyarakat. Aktivitas hiburan malam yang berlangsung hingga larut, dugaan konsumsi minuman keras, hingga berbagai persoalan sosial lainnya disebut menjadi alasan kuat penolakan warga terhadap operasional tempat usaha tersebut.


Salah satu tokoh masyarakat Desa Ombulo, Mustapa Anwar, menegaskan bahwa masyarakat sudah tidak bisa lagi mentolerir keberadaan THM di desa mereka. Ia mendesak Pemerintah Kabupaten Gorontalo untuk segera mengambil langkah tegas dengan mencabut izin operasional dan menutup kedua tempat hiburan tersebut untuk selamanya.


“Kalau pemerintah tidak menutupnya, masyarakat siap mengambil langkah sendiri. Kami sudah sangat resah dengan keberadaan THM itu,” tegas Mustapa Anwar.


Menurutnya, pemerintah daerah juga harus bertanggung jawab apabila tetap memberikan izin operasional kepada tempat hiburan yang selama ini menjadi sorotan warga.

Masyarakat menilai berbagai persoalan yang muncul di sekitar THM telah berdampak negatif terhadap lingkungan sosial dan kenyamanan warga.


Kemarahan warga semakin memuncak setelah muncul berbagai informasi yang dinilai memperkuat alasan penolakan terhadap keberadaan THM tersebut.

Warga mengaku tidak ingin Desa Ombulo dicap sebagai lokasi hiburan malam yang bertentangan dengan nilai-nilai sosial dan budaya masyarakat setempat.


Tak hanya menyampaikan penolakan secara lisan, warga juga mengancam akan menggelar aksi besar-besaran apabila pemerintah tetap membuka peluang bagi kedua THM tersebut untuk kembali beroperasi.

Aksi tersebut rencananya akan menyasar Kantor Desa Ombulo, Kantor Camat Limboto Barat, hingga Kantor Bupati Gorontalo.


“Kami akan turun ke kantor desa, kantor camat, bahkan kantor bupati jika izin operasional kembali diberikan. Sikap masyarakat sudah jelas, Desa Ombulo menolak THM,” ujar Mustapa Anwar.


Hingga berita ini diturunkan, masyarakat masih menunggu sikap resmi Pemerintah Kabupaten Gorontalo terkait tuntutan penutupan permanen dua THM tersebut.

Sementara itu, tekanan dari warga terus menguat dan berpotensi berkembang menjadi aksi massa apabila tuntutan mereka tidak direspons secara serius oleh pemerintah daerah.

No More Posts Available.

No more pages to load.