Pesan Menohok dari Molopatodu: Merdeka Bukan Sekadar Upacara, Tapi Wujud Nyata Pengabdian kepada Masyarakat

oleh -32 Dilihat
oleh

maleonews.com, Kabgor – Momentum Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kabupaten Gorontalo tak hanya menjadi seremoni, tetapi juga menjadi ruang untuk kembali menguatkan semangat pengabdian kepada masyarakat.


Hal itu tercermin dari kehadiran Kepala Desa Molopatodu, Kecamatan Bongomeme, Abd. Wahab E. Ahmad, bersama Ketua TP-PKK Desa Molopatodu, Salma Mahmud, dalam upacara detik-detik Proklamasi yang digelar Pemerintah Kabupaten Gorontalo di Lapangan GOR David-Tony, Senin (17/8/2026).


Ketua TP-PKK Desa Molopatodu, Salma Mahmud, menegaskan bahwa peringatan kemerdekaan tidak boleh berhenti pada pengibaran bendera dan seremoni tahunan. Menurutnya, nilai kemerdekaan harus diterjemahkan melalui kepedulian, kebersamaan, serta kerja nyata di tengah masyarakat.


“Kemerdekaan bukan hanya tentang mengenang perjuangan para pahlawan, tetapi tentang bagaimana kita hari ini mengisi kemerdekaan dengan hal-hal yang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Jangan sampai kita hanya ramai dalam upacara, tetapi lupa dengan tanggung jawab dan persoalan yang masih dihadapi warga,” tegas Salma.


Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya keluarga dan perempuan desa, untuk menjadi bagian penting dalam membangun generasi yang kuat, peduli dan memiliki rasa tanggung jawab terhadap lingkungan serta sesama.


“Perempuan bukan hanya pelengkap dalam pembangunan. Dari keluarga, kita membentuk karakter anak-anak dan menanamkan nilai disiplin, gotong royong dan cinta tanah air. Kalau keluarga kuat, desa juga akan kuat,” ujarnya.


Sementara itu, Kepala Desa Molopatodu Abd. Wahab E. Ahmad mengatakan, semangat kemerdekaan harus menjadi energi bagi pemerintah desa untuk terus meningkatkan pelayanan dan pembangunan yang berpihak kepada masyarakat.


“Bagi kami di pemerintahan desa, kemerdekaan harus dibuktikan melalui kerja. Masyarakat tidak membutuhkan janji yang panjang, tetapi membutuhkan pelayanan yang baik, pembangunan yang tepat sasaran dan pemerintah yang hadir ketika warga membutuhkan,” kata Wahab.


Menurutnya, pemerintah desa memiliki tanggung jawab besar untuk menjaga kepercayaan masyarakat dengan bekerja secara terbuka, bertanggung jawab dan mengutamakan kepentingan bersama.


“Jangan jadikan kemerdekaan hanya sebagai slogan. Mari kita isi dengan kerja nyata, kebersamaan dan kepedulian. Ukuran keberhasilan pemerintah bukan seberapa sering kita tampil dalam kegiatan, tetapi seberapa besar manfaat yang dirasakan masyarakat,” tegasnya.


Kehadiran Pemerintah Desa Molopatodu dalam upacara detik-detik Proklamasi tersebut menjadi momentum untuk memperkuat komitmen bersama dalam meneruskan nilai perjuangan para pahlawan melalui pembangunan desa.


Semangat merah putih pun diharapkan tidak hanya berkobar pada bulan Agustus, tetapi terus hidup dalam setiap pelayanan, kebijakan dan langkah pembangunan yang dilakukan untuk masyarakat Molopatodu.

No More Posts Available.

No more pages to load.