Sofyan Puhi Turun Langsung Pantau Geliat UMKM, PENAS XVII Jadi Mesin Penggerak Ekonomi Gorontalo

oleh -29 Dilihat
oleh

maleonews.com, Kab Gorontalo – Gelaran nasional Pekan Nasional (PENAS) Petani Nelayan XVII Tahun 2026 mulai menunjukkan dampak besar bagi perputaran ekonomi masyarakat Gorontalo. Tak hanya menjadi ajang promosi sektor pertanian dan perikanan, event akbar ini juga menjadi “mesin penggerak” bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).


Dalam beberapa hari menjelang hingga pembukaan PENAS XVII, transaksi UMKM di sejumlah titik lokasi pelaksanaan tercatat mencapai Rp290.822.500. Lonjakan aktivitas ekonomi ini terlihat dari ramainya pengunjung yang memadati pusat kuliner, coffee corner, food court, hingga berbagai tenant UMKM lokal.


Melihat langsung geliat ekonomi tersebut, Bupati Gorontalo Sofyan Puhi bersama Wakil Bupati Gorontalo Tonny S. Junus melakukan peninjauan ke sejumlah lokasi UMKM pada Sabtu (21/6/2026).


Kehadiran ribuan peserta dan pengunjung PENAS XVII dinilai menjadi peluang besar bagi pelaku usaha lokal untuk memperluas pasar sekaligus meningkatkan pendapatan.


Bupati Gorontalo menyebut peningkatan omzet UMKM menjadi bukti bahwa event berskala nasional mampu memberikan efek langsung terhadap ekonomi masyarakat. Produk lokal Gorontalo juga semakin memiliki ruang untuk dikenal lebih luas.


Pemerintah Kabupaten Gorontalo memastikan akan terus memberikan pendampingan agar UMKM dapat memanfaatkan momentum PENAS XVII secara berkelanjutan.


Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Gorontalo, Viktor Asliku, mengungkapkan transaksi tersebut tersebar di berbagai titik pusat aktivitas PENAS XVII.


Kawasan UMKM di lingkungan Kantor Bupati Gorontalo dengan 41 tenant mencatat transaksi sebesar Rp55,8 juta. Kemudian 33 lapak kopi di depan Kantor Bupati membukukan transaksi Rp16,4 juta.


Di kawasan Taman Budaya, delapan lapak kopi mencatat transaksi Rp5,7 juta, sementara delapan tenant UMKM lainnya mencapai Rp13,4 juta. Kampung Kuliner dengan 10 lapak menghasilkan transaksi Rp24,3 juta.


Tidak hanya itu, 47 pedagang kecil di kawasan depan Masjid Agung dan Taman Budaya mencatat transaksi Rp65,3 juta, sedangkan 42 tenant di kawasan taman depan Rumah Dinas Bupati mencapai Rp54,3 juta.


Sejumlah lokasi lain seperti PASMOLIM Coffee Corner, Sky Roof, hingga Food Court juga ikut menyumbang perputaran ekonomi selama pelaksanaan PENAS XVII.


Dengan total transaksi sementara mencapai hampir Rp291 juta, Pemerintah Kabupaten Gorontalo optimistis angka tersebut masih akan terus meningkat hingga berakhirnya PENAS XVII pada 25 Juni 2026.


PENAS XVII kini bukan hanya menjadi panggung bagi petani dan nelayan nasional, tetapi juga menjadi momentum emas bagi UMKM Gorontalo untuk menunjukkan kekuatan ekonomi lokal di tingkat nasional.

No More Posts Available.

No more pages to load.