maleonews.com, KABGOR – Pernyataan Zulkifli Nangili yang memberikan “rapor merah” kepada sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) mendapat tanggapan dari masyarakat.
Tanggapan itu datang dari Sunarto Abdullah alias Ais, seorang tukang las asal Kelurahan Tenilo, Kecamatan Limboto. Menurut Ais, kritik terhadap kinerja OPD merupakan hal yang wajar.
Namun, ia mengingatkan agar kritik tersebut juga dibarengi dengan evaluasi terhadap peran Zulkifli Nangili dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah.
“Kalau kepala OPD diberi rapor merah, tentu itu hak untuk mengkritik. Tetapi jangan sampai yang sibuk membagikan rapor lupa bahwa Zulkifli Nangili juga berada di ruang kelas yang sama dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah,” ujar Ais.
Menurut Ais, kritik terhadap pemerintah akan lebih bernilai apabila disampaikan berdasarkan data, indikator yang jelas, serta disertai solusi.
“Pemerintah menjalankan program, sementara Zulkifli Nangili juga punya ruang untuk ikut menentukan arah kebijakan, anggaran dan pengawasan. Jadi kalau pembangunan dianggap belum maksimal, jangan hanya menunjuk ke depan sambil lupa melihat ke belakang,” katanya.
Ais juga mengingatkan bahwa masyarakat memiliki hak untuk menilai kinerja para wakil rakyat, termasuk Zulkifli Nangili.
“Jangan sampai rakyat justru bertanya, kalau OPD mendapat rapor merah, lalu Zulkifli Nangili mendapat rapor apa?” tegasnya.
Ais berharap kritik yang disampaikan Zulkifli Nangili tidak berhenti pada pemberian label “rapor merah”, tetapi juga disertai solusi konkret.
“Jangan hanya sibuk memberi rapor kepada OPD. Sesekali mari sama-sama bercermin, karena dalam pemerintahan daerah tidak ada yang menjadi penonton semuanya ikut bermain, dan rakyatlah yang menjadi gurunya,” pungkasnya.







