Bukan Karena Ambisi, Sosok Prof Nelson Pomalingo Kembali Ramai Dibicarakan Usai PENAS KTNA XVII Gorontalo

oleh -210 Dilihat
oleh

maleonews.com, Kabupaten Gorontalo — Nama Prof. Nelson Pomalingo kembali mencuat di ruang publik, khususnya media sosial, setelah gelaran Pekan Nasional Kontak Tani Nelayan Andalan (PENAS KTNA) XVII Tahun 2026 di Kabupaten Gorontalo berlangsung sukses.


Menariknya, kemunculan sosok Prof. Nelson bukan karena dirinya tampil atau mencari perhatian, melainkan karena banyak masyarakat yang secara spontan mengunggah kembali perjalanan dan perannya dalam menghadirkan agenda nasional tersebut di Gorontalo.


Berbagai unggahan warganet menyoroti sosok Prof. Nelson sebagai salah satu figur penting yang disebut memiliki peran besar dalam perjuangan menghadirkan PENAS KTNA di Gorontalo. Saat masih menjabat sebagai Bupati Gorontalo, Prof. Nelson dikenal aktif mendorong agar Gorontalo dipercaya menjadi tuan rumah kegiatan besar yang mempertemukan petani, nelayan, penyuluh, dan pelaku sektor pangan dari seluruh Indonesia.


Perjuangan tersebut kini mulai dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. PENAS KTNA XVII tidak hanya menjadi ajang pertemuan nasional, tetapi juga membawa dampak terhadap pergerakan ekonomi daerah, promosi produk lokal, peningkatan sektor UMKM, hingga membuka ruang bagi masyarakat Gorontalo untuk memperkenalkan potensi daerah.


Bagi sebagian masyarakat, sosok Prof. Nelson dinilai sebagai pemimpin yang memiliki pandangan jauh ke depan. Berbagai gagasan yang dibangun semasa kepemimpinannya tidak hanya berorientasi pada program jangka pendek, tetapi juga bagaimana menghadirkan kegiatan berskala besar yang mampu memberikan dampak luas bagi daerah.


Jejak pemikiran visioner Prof. Nelson juga terlihat dari sejumlah agenda internasional yang pernah digelar di Gorontalo, salah satunya World Coconut Day atau Hari Kelapa Sedunia, yang menghadirkan perhatian dunia terhadap potensi kelapa dan komoditas pertanian Gorontalo.


Melalui berbagai langkah tersebut, Prof. Nelson Pomalingo dinilai sebagai sosok yang terus mendorong Gorontalo agar tidak hanya menjadi daerah penghasil, tetapi juga menjadi daerah yang mampu menunjukkan potensi dan inovasi di tingkat nasional maupun internasional.


Kini, setelah PENAS KTNA XVII sukses digelar, masyarakat kembali mengingat peran para tokoh yang berada di balik perjalanan panjang menghadirkan kegiatan besar tersebut. Nama Prof. Nelson pun kembali menjadi perbincangan, bukan karena panggung politik, melainkan karena jejak gagasan dan kerja yang pernah ditanamkan untuk Gorontalo.

No More Posts Available.

No more pages to load.