Bupati Gorontalo Dorong REI Perluas Pembangunan Perumahan

oleh -109 Dilihat

maleonews.com, GORONTALO — Bupati Gorontalo Sofyan Puhi mendorong Dewan Pengurus Daerah (DPD) Real Estate Indonesia (REI) Gorontalo memperluas pembangunan perumahan di Kabupaten Gorontalo. Pengembangan perumahan tersebut diharapkan turut memperhatikan aspek lingkungan dan fasilitas sosial, termasuk pendidikan keagamaan.

Hal itu disampaikan Sofyan saat meresmikan Pondok Pesantren Ahwalussalikhin sekaligus mengikuti kegiatan penanaman pohon di Kelurahan Bulota, Kecamatan Limboto, Senin (14/9/2026).

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian Musyawarah Daerah (Musda) VII dan Program Penanaman Sejuta Pohon DPD REI Gorontalo 2026.

Sofyan mengatakan, keterlibatan REI dalam pembangunan daerah tidak hanya berkaitan dengan penyediaan rumah, tetapi juga dapat mencakup kegiatan yang mendukung lingkungan dan fasilitas pendidikan.

“Kami menyambut baik program ini. Penanaman pohon di kawasan pemukiman dan jalan protokoler sangat krusial untuk pelestarian lahan kritis. Selain itu, program pembangunan pesantren ini menjadi dorongan nyata agar sarana pendidikan berbasis keagamaan di Kabupaten Gorontalo semakin memadai,” ujar Sofyan.

Menurut Sofyan, kebutuhan hunian di Kabupaten Gorontalo masih cukup besar. Ia menyebut jumlah penduduk daerah tersebut sekitar 500 ribu jiwa yang tersebar di 19 kecamatan dan 205 desa.

Sofyan memperkirakan kebutuhan rumah di Kabupaten Gorontalo mencapai sekitar 100 ribu unit. Namun, angka tersebut merupakan estimasi pemerintah daerah dan perlu disandingkan dengan data resmi terkait backlog atau kebutuhan hunian.

“Kebutuhan rumah di Kabupaten Gorontalo diperkirakan mencapai 100 ribu unit. Kami terus mendorong kolaborasi dengan REI, bank BUMN, hingga OPD terkait, termasuk menyasar program perumahan bagi petani milenial agar generasi muda bersemangat kembali ke sektor pertanian,” katanya.

Ia juga menyebut Pemerintah Kabupaten Gorontalo sebelumnya telah mendapatkan program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) sebanyak 3.000 unit dari pemerintah pusat.

Menurut Sofyan, program tersebut turut didukung melalui fasilitasi pemerintah daerah, termasuk terkait sertifikasi tanah dan kemudahan pengurusan perizinan bangunan.

Sementara itu, Wakil Ketua Umum DPP REI Arif Mone mengatakan pembangunan perumahan perlu memperhatikan kualitas lingkungan dan kehidupan masyarakat di sekitar kawasan hunian.

“REI tidak hanya membangun rumah, tetapi membangun peradaban. Peradaban itu mencakup lingkungan, manusianya, serta kualitas kehidupan masyarakat yang lebih baik,” kata Arif.

Arif juga menyebut pembangunan Pondok Pesantren Ahwalussalikhin menjadi salah satu bentuk kontribusi DPD REI Gorontalo di luar pembangunan fisik perumahan.

Ia mengatakan pesantren tersebut diharapkan menjadi salah satu proyek percontohan keterlibatan organisasi dalam mendukung fasilitas pendidikan keagamaan.

Arif berharap kepengurusan DPD REI Gorontalo ke depan dapat memperkuat pembinaan terhadap anggota sekaligus meningkatkan kontribusi organisasi dalam penyediaan perumahan dan kegiatan sosial di daerah.

REI sendiri merupakan organisasi pengembang perumahan yang memiliki anggota dari sektor usaha properti. Kolaborasi antara pemerintah daerah dan pengembang dalam penyediaan hunian perlu tetap memperhatikan aspek tata ruang, kelayakan lingkungan, akses terhadap fasilitas umum, serta kemampuan masyarakat memperoleh hunian.

No More Posts Available.

No more pages to load.