maleonews.com, KABGOR – Bupati Gorontalo, Sofyan Puhi, bersama Wakil Bupati Tonny S. Junus menyalakan lampu tradisi Tumbilotohe sebagai simbol penyambutan malam Lailatulqadar.
Suasana religius dan penuh khidmat menyelimuti Rumah Dinas Bupati Gorontalo pada Senin malam, saat tradisi Tumbilotohe digelar. Tradisi pasang lampu ini menjadi penanda masuknya malam ke-27 Ramadan yang diyakini sebagai malam penuh kemuliaan.
Kegiatan diawali dengan doa haul bersama yang berlangsung di Aula Rumah Jabatan Bupati menjelang waktu berbuka puasa. Momentum ini mencerminkan harmonisasi antara nilai budaya dan syariat Islam yang terus dijaga oleh masyarakat Gorontalo.
Usai salat Maghrib, prosesi puncak dilaksanakan dengan penyalaan lampu botol berbahan bakar minyak tanah oleh Bupati Sofyan Puhi dan Wakil Bupati Tonny S. Junus di pelataran rumah dinas. Penyalaan ini menjadi simbol penerang sekaligus wujud pelestarian tradisi turun-temurun.
Sejumlah pejabat daerah turut hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya Sekretaris Daerah, pimpinan DPRD, unsur Forkopimda, TP-PKK, hingga tokoh adat dan masyarakat yang ikut menyemarakkan malam Tumbilotohe.
Secara historis, Tumbilotohe merupakan tradisi masyarakat Gorontalo dalam menyambut malam Lailatulqadar, sekaligus menjadi penerang jalan bagi warga menuju masjid di penghujung Ramadan. Tradisi ini mencerminkan kuatnya nilai religius dalam kehidupan masyarakat lokal.
Dalam kesempatan itu, Bupati Sofyan Puhi mengajak masyarakat agar kemeriahan Tumbilotohe sejalan dengan peningkatan ibadah. Ia juga mengingatkan warga untuk segera menunaikan zakat fitrah sebagai bentuk penyucian diri menjelang Hari Raya Idulfitri.
Cahaya Tumbilotohe Menyala, Bupati Ingatkan: Jangan Lupa Ibadah dan Zakat!








