Gorontalo – Keluarga korban dugaan pemerasan dan kekerasan seksual yang diduga melibatkan seorang anggota kepolisian di Polres Bone Bolango, mendatangi Markas Polda Gorontalo untuk mempertanyakan perkembangan laporan yang telah mereka ajukan sejak Mei 2025.
Kedatangan keluarga tersebut didasari rasa kecewa atas proses penanganan yang dinilai lambat. Ibu korban menyampaikan langsung aspirasinya kepada Kapolda Gorontalo yang baru dilantik, Irjen Pol Widodo, dengan harapan agar kasus ini segera mendapatkan perhatian serius.
“Kami hanya ingin ada kepastian hukum, supaya masa depan anak kami bisa tetap terjaga,” ujar ibu korban dengan penuh harap.
Sementara itu, Haris Pantoh selaku kuasa hukum korban menyayangkan belum adanya kejelasan perkembangan laporan hingga saat ini. Ia juga menyebut adanya dugaan pihak tertentu yang mencoba menawarkan penyelesaian di luar jalur hukum.
“Keluarga menolak segala bentuk upaya damai, karena yang kami harapkan adalah keadilan,” tegas Haris.
Menanggapi hal tersebut, Kabid Humas Polda Gorontalo, Kombes Pol Desmont Harjendro, menegaskan bahwa laporan yang masuk tetap ditangani sesuai prosedur. “Proses penyelidikan masih berjalan, dan kami memastikan bahwa kasus ini ditangani secara profesional serta sesuai dengan aturan hukum yang berlaku,” jelasnya.
Keluarga korban berharap aparat penegak hukum dapat memprioritaskan perlindungan terhadap korban serta mempercepat tindak lanjut laporan, agar proses hukum dapat berjalan dengan transparan dan adil.