PLN Nusantara Power–UMGo Satukan Langkah, Konservasi Julang Sulawesi Disinergikan dengan Pembangunan Pohuwato

oleh -9 Dilihat
oleh

maleonews.com, Pohuwato — Upaya pelestarian Burung Julang Sulawesi ( Rhyticeros cassidix ) terus diperkuat melalui sinergi lintas sektor. PLN Nusantara Power Unit Pembangkitan (UP) Gorontalo bersama Universitas Muhammadiyah Gorontalo (UMGo) menggelar Koordinasi Teknis Evaluasi dan Perencanaan Program Konservasi Julang Sulawesi bersama Pemerintah Kabupaten Pohuwato, Rabu (21/1), di Kantor BAPPEDA Pohuwato.
Koordinasi teknis ini menjadi forum strategis untuk mengevaluasi pelaksanaan program konservasi sepanjang tahun 2025 sekaligus menyusun rencana kegiatan konservasi tahun 2026. Program konservasi tersebut berlokasi di Kecamatan Taluditi, Kabupaten Pohuwato, yang dikenal sebagai salah satu habitat penting Julang Sulawesi.
Kegiatan ini dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan, mulai dari BAPPEDA Pohuwato, Dinas Pariwisata, Dinas Pendidikan, Dinas Lingkungan Hidup, hingga Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Kabupaten Pohuwato. Turut hadir akademisi UMGo serta jajaran manajemen PLN Nusantara Power UP Gorontalo.
Dalam forum tersebut, peserta membahas capaian program konservasi tahun 2025, seperti pendataan awal populasi dan habitat Julang Sulawesi, kegiatan edukasi lingkungan, hingga pelibatan masyarakat sekitar kawasan konservasi. Diskusi kemudian dilanjutkan dengan perencanaan program tahun 2026 yang menitikberatkan pada penguatan koordinasi lintas sektor, peningkatan partisipasi masyarakat, serta integrasi konservasi dengan agenda pembangunan daerah.
Kepala BAPPEDA Kabupaten Pohuwato, Rustam Melleng, menegaskan pentingnya koordinasi lintas OPD agar program konservasi berjalan searah dengan kebijakan pembangunan daerah.
“Konservasi Julang Sulawesi sejalan dengan komitmen Pemerintah Kabupaten Pohuwato dalam menjaga keberlanjutan lingkungan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Melalui koordinasi seperti ini, program konservasi diharapkan memberi manfaat jangka panjang dan terintegrasi dengan perencanaan pembangunan daerah,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua LPPM UMGo, Indri Afriani Yasin, menyampaikan bahwa evaluasi bersama menjadi fondasi penting bagi keberlanjutan program konservasi berbasis data dan kajian ilmiah.
“Evaluasi tahun 2025 memberikan gambaran nyata kondisi lapangan serta tantangan yang dihadapi. Ini menjadi dasar penyusunan rencana konservasi 2026 agar lebih terarah, berdampak, dan melibatkan masyarakat secara aktif,” jelasnya.
Dari sisi perusahaan, Manager Business Support PLN Nusantara Power UP Gorontalo, Reynold Gobel, menegaskan bahwa koordinasi teknis ini merupakan bagian dari komitmen PLN Nusantara Power dalam menjalankan program tanggung jawab sosial dan lingkungan secara berkelanjutan.
“Kami memastikan program konservasi tidak berjalan sendiri, tetapi terkoordinasi dengan pemerintah daerah dan akademisi. Evaluasi 2025 dan perencanaan 2026 menjadi langkah penting untuk menjaga kesinambungan program,” ungkapnya.
Terpisah, Manager PLN Nusantara Power UP Gorontalo, Adi Nugroho, menjelaskan bahwa program konservasi Julang Sulawesi telah disusun dalam kerangka jangka menengah hingga panjang.
“Program ini memiliki roadmap hingga tahun 2029. Tahap awal difokuskan pada penguatan dasar konservasi, kemudian diarahkan pada pengembangan ekonomi berbasis konservasi. Dengan dukungan pemerintah daerah dan perguruan tinggi, kami optimistis program ini dapat berjalan berkelanjutan dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat,” tuturnya.
Melalui koordinasi teknis ini, seluruh pihak sepakat memperkuat sinergi dalam menjaga kelestarian Burung Julang Sulawesi. Evaluasi tahun 2025 dan perencanaan program 2026 diharapkan menjadi pijakan kuat untuk mewujudkan konservasi yang terintegrasi, berkelanjutan, dan selaras dengan pembangunan daerah di Kabupaten Pohuwato.

No More Posts Available.

No more pages to load.