Tangis Bayi Ibrahim Terhenti, Harapan Keluarga Kecil Ini Diselamatkan oleh Aksi Jemput Bola Dukcapil

oleh -187 Dilihat
oleh

maleonews.com, Kab Gorontalo – Tangis kecil bayi Ibrahim Hubulo sempat tertahan di ruang bersalin. Lahir pada Jumat malam, 17 April 2026, di RSUD MM. Dunda Limboto, bayi ini belum bisa segera pulang ke pelukan hangat keluarganya. Bukan karena kondisi kesehatan, melainkan karena keterbatasan ekonomi dan persoalan administrasi yang belum terselesaikan.
Sang ibu, Rostin Sayedi, terkendala pengurusan jaminan biaya persalinan melalui BPJS Kesehatan lantaran Nomor Induk Kependudukan (NIK) miliknya tidak aktif. Di tengah kondisi lelah usai melahirkan, harapan keluarga kecil ini seolah menggantung.
Dengan penuh harap, Rostin melalui kerabatnya mendatangi Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kabupaten Gorontalo, memohon bantuan agar perekaman KTP elektronik dapat dilakukan langsung di rumah sakit.
Permohonan itu tak bertepuk sebelah tangan. Kepala Dinas Dukcapil Kabupaten Gorontalo, Muhtar Taufik Saleh Nuna, segera menginstruksikan tim untuk bergerak cepat.
Dipimpin oleh Administrator Database Kependudukan Ahli Muda, Agus Pembengo, tim Dukcapil pun turun langsung ke RSUD MM. Dunda Limboto. Di tengah suasana ruang bersalin, mereka menyulap tempat itu menjadi lokasi perekaman KTP elektronik darurat.
Langkah cepat ini menjadi titik terang. Perekaman data Rostin Sayedi berhasil dilakukan, membuka jalan bagi pengurusan jaminan biaya persalinan melalui BPJS Kesehatan. Tangis Ibrahim yang sempat “tertahan” kini berubah menjadi simbol harapan baru.
Kebahagiaan pun perlahan kembali menyelimuti pasangan Hasan Hubulo dan Rostin Sayedi. Dari rasa cemas, kini berganti lega, menanti saat bisa membawa pulang buah hati mereka ke rumah di Desa Toyidito, Kecamatan Pulubala.
Kepala Dinas Dukcapil, Muhtar Taufik Saleh Nuna, menegaskan komitmen pihaknya untuk selalu hadir di tengah masyarakat, terutama dalam situasi mendesak. Ia juga mengingatkan pentingnya administrasi kependudukan.
“Selagi dalam kondisi normal, sehat, dan kuat, segera urus atau perbarui data kependudukan. Dokumen ini menjadi syarat utama dalam berbagai pelayanan publik,” ujarnya.
Kisah kecil ini menjadi pengingat: di balik selembar dokumen, ada harapan, ada kehidupan, dan ada masa depan yang menunggu untuk diperjuangkan.

No More Posts Available.

No more pages to load.