Proyek Tambal Jalan “Makan Korban”! Belasan Pengendara Tumbang, Kinerja Balai Jalan Gorontalo Dipertanyakan

oleh -73 Dilihat
oleh

maleonews.com, Kab. Gorontalo – Proyek penambalan jalan yang dikerjakan Balai Pelaksanaan Jalan Nasional Gorontalo menuai sorotan tajam setelah memicu rentetan kecelakaan di ruas Jalan Achmad A. Wahab, Kecamatan Telaga, Selasa (28/04/2026) sekitar pukul 20.00 WITA. Belasan pengendara roda dua dilaporkan terjatuh di lokasi yang sama, diduga akibat kondisi jalan yang licin usai pengerjaan tambal aspal.
Insiden ini sempat memicu spekulasi di masyarakat bahwa kecelakaan disebabkan oleh tumpahan solar di badan jalan, tepatnya di depan salah satu gerai cepat saji di kawasan tersebut. Namun, setelah dilakukan pengecekan langsung oleh aparat, dugaan itu terbantahkan.
Pihak Satuan Lalu Lintas Polres Gorontalo memastikan penyebab utama kecelakaan adalah hasil pekerjaan tambal jalan yang dinilai tidak aman bagi pengguna jalan. Kanit Turjawali Satlantas Polres Gorontalo, Ipda Abd Rahim, menegaskan bahwa permukaan jalan yang baru ditambal justru menjadi sangat licin, terutama saat kondisi lembab atau hujan.
“Bukan karena solar. Dari hasil pengecekan di lapangan, kecelakaan terjadi akibat permukaan tambalan jalan yang licin. Ada belasan pengendara yang terjatuh di titik yang sama,” ungkapnya.
Ia juga mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati saat melintasi ruas Jalan Achmad A. Wahab, khususnya di jalur dari Kecamatan Telaga menuju perbatasan Telaga Biru dan Limboto, yang kini dinilai rawan kecelakaan.
Kondisi ini memicu kemarahan publik. Warga menilai proyek yang seharusnya meningkatkan keselamatan justru berubah menjadi ancaman nyata di jalan raya. Kritik keras pun diarahkan kepada pihak balai pelakaanaan jalan yang dianggap lalai dalam memastikan kualitas dan keamanan hasil pekerjaan.
“Jangan cuma kerja asal tambal lalu ditinggal. Ini jalan nasional, bukan percobaan. Sudah makan korban baru mau bergerak?” keluh salah satu warga.
Secara teknis, penambalan jalan retak memang bertujuan mencegah kerusakan meluas menjadi lubang dengan metode pembersihan retakan, pengisian material aspal, hingga pemadatan. Namun jika tidak dikerjakan dengan standar yang tepat, hasilnya justru bisa membahayakan, seperti yang terjadi saat ini.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari Balai Pelaksanaan Jalan Nasional Gorontalo terkait insiden tersebut. Sementara itu, masyarakat mendesak agar perbaikan segera dilakukan sebelum jatuh korban lebih banyak.

No More Posts Available.

No more pages to load.